Akhir-akhir ini saya sedang belajar untuk lebih mencintai buku. Bukan karena saya fakir asmara lalu berbelok untuk mencintai benda mati. Mencintai disini yang saya maksud adalah mencintai ilmu yang terkandung dalam buku tersebut. Seberapa pun mahalnya sebuah ilmu yang terkandung dalam buku tidak akan kita dapatkan hanya dengan memandang sampul bukunya saja. Kadang kita harus sedikit memaksakan diri untuk memperbaiki kebiasaan buruk kita.
Untuk menunjang semangat membaca teman-teman dan tentunya saya pribadi mulai hari ini saya akan menulis review buku-buku yang saya baca di samping tetap menulis berbagai artikel yang lain. Saya harap dari sini kita dapat bertukar pemikiran, saran, atau saling pinjam buku satu sama lain. Dan untuk kali ini saya akan menulis sedikit review tentang novel karya terbaru (saat artikel ini ditulis) dari salah satu novelis besar Indonesia yaitu “Habiburrahman El-shirazi”. Kang abik (panggilan akrab beliau) melalui karya-karyanya berhasil menarik perhatian saya yang belum terbiasa membaca novel menjadi “ketagihan” untuk membaca novel. Awalnya saya mengenal beliau saat beliau menjadi pembicara di sebuah seminar yang akhirnya membangkitkan rasa penasaran saya untuk membaca karya-karya beliau.
Sudah 3 novel beliau yang saya baca (dengan cara minjem) yaitu “Bumi Cinta”, “Ketika Cinta Bertasbih 1”, dan “Ketika Cinta Bertasbih 2” berhasil saya rampungkan dalam waktu 1 minggu untuk masing-masing buku. Saya merasa sudah menyia-nyiakan waktu saya dengan tidak mengikuti karya-karya beliau. Buku-buku tersebut sangat luar biasa, pemilihan kata yang jenius dan alur ceritanya yang menyentuh hati berhasil membuka jendela pemikiran baru bagi saya yang selama ini hanya dipenuhi dengan cerita-cerita penuh kebohongan dan kehidupan liberal khas barat.
Dalam karya terbaru beliau yang berjudul “Api Tauhid” kang abik sedikit menggeser fokus cerita karyanya dari cerita cinta ke arah edukasi terhadap sejarah. Utamanya tentang sejarah islam di negeri Turki. Novel ini sangat cocok dengan judulnya, karena sepanjang 564 halaman kita diajak menyelam kedalam kehidupan seorang ulama terkenal Turki “Badiuzzaman Said Nursi” yang sarat akan perjuangan dan keteguhan hati dalam menggenggam syariah agama.
==========================spoiler alert==========================
Dalam buku ini Perjalanan hidup dari sejarah orang tua sampai dengan akhir hayat beliau terpapar secara menakjubkan dalam buku ini. Selain sejarah hidup “Badiuzzaman Said Nursi” kita juga digiring untuk memahami sejarah runtuhnya khilafah Turki utsmani yang penuh intrik dan tipudaya dari musuh-musuh islam. Semua itu diracik dengan sangat halus tanpa kesan menggurui dengan balutan cerita aksi dan asmara si tokoh utama yang berziaroh ke tempat-tempat bersejarah di Turki yang menjadi saksi bisu perjuangan “Badiuzzaman Said Nursi” semasa hidupnya.
0 komentar:
Posting Komentar