Kamis, 05 Maret 2015

0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business


Marc Delgado Guardia, warga spanyol keliling dunia naik sepeda





TANGGUH : Marc Delgado Guardia bersama Santoro didepan gedung pamer Disperindagtam Banyuwangi.



Mengincar Gunung Ijen Sejak Di Australia


Setelah dua bulan melanglang buana ke New Zealand, Tasmania dan Benua Australia. Kini tiba giliran Marc menjejakkan sepedanya di  Indonesia. Setelah mengurus extend visanya di Bali ia bertolak ke wilayah Sunrise Of Java. Bagaimana perjalanan pria bermata biru ini.

CHIN JULLIEN, Banyuwangi

Baru beberapa jam datang dari Bali, warga negara Spanyol ini beristirahat di kafe Dinas Perindustrian Perdagangan dan Pertambangan (Disperindagtam) Banyuwangi. Padahal, perjalanan menggunakan sepeda kayuh cukup menguras tenaga. Ia berbincang dengan Santoro warga asli Banyuwangi yang akan menjadi guidenya untuk mendaki ijen pada malam hari. Pembicaraan yang ditangkap Jawa Pos Radar Banyuwangi, ia ingin menyelesaikan tujuannya (mendaki ijen) tepat waktu.

Ya pria berambut keriting kecoklatan ini benar-benar disiplin mengatur jadwal. Ia berencana tinggal paling lama dua hari di Banyuwangi. Setelah Bali, Lombok dan Banyuwangi, kota lain yang akan ia kunjungi adalah Madiun, Jogjakarta dan menuju Sumatra. “Bisa kah tepat waktu? Karena saya harus datang tepat waktu ke beberapa daerah lainnya lagi yang akan saya kunjungi,” katanya kepada Santoro. Santoro meyakinkan bahwa keesokan hari setelah mendaki ijen, Marc bisa melanjutkan perjalanan ke daerah-daerah tujuannya setelah beristirahat sejenak.

Kedatangannya di Banyuwangi memang telah direncanakan secara matang jauh-jauh hari sebelumnya. Bahkan ketika ia masih menjelajahi Auckland di New Zealand. Melalui internet, ia mengetahui Banyuwangi memiliki pesona blue fire di Kawah Ijen. “Oh, saya memang mencari wilayah yang masih banyak tetumbuhan di Indonesia, di Jawa sendiri  Banyuwangi merupakan salah satu tempat yang menarik apalagi terdapat lokasi blue fire,” ceritanya.

Meski terkesan membawa perlengkapan sederhana, Marc  meyakinkan bahwa ia membawa segala perlengkapan yang ia butuhkan ketika dijalan. Empat tas yang digantungkan didepan dan belakang sepeda merahnya berisi peralatan seperti tenda, baju hangat, perlengkapan sepeda, sarung tangan, sandal, handuk, notebook, kamera peta dan dokumen lainnya.

Selama di Banyuwangi sendiri ia tinggal di rumah Santoro di Kelurahan Karangrejo. Hal itu ia putuskan untuk menghemat biaya. Dia bercerita selama berkelana ia memang menghemat biaya akomodasi. Baik dari makanan, tempat menginap dan lainnya. “Saya tidak makan direstoran,tidak menginap di hotel dan jika lintas pulau, saya berusaha untuk menggunakan kapal  agar masih bisa menggunakan sepeda,” katanya.

Bahkan dibeberapa negara yang ia kunjungi di Australia kemarin, ia mendirikan tenda di taman-taman yang memberikan fasilitas camping. “Ketika disana, saya browsing tempat-tempat menarik di Indonesia, lalu saya menemukan kawah ijen di Banyuwangi, saya beruntung karena dekat dengan Bali, tempat saya mendarat setelah dari Victoria, Australia,” ceritanya.

Keinginannya untuk berkeliling dunia menggunakan sepeda muncul ketika berusia 24 tahun. “Ini seperti delusi bagi saya, terus menghantui saya,” ungkapnya. Keinginannya sempat timbul-tenggelam karena sadar untuk melakukan hal tersebut dia akan membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

Beberapa tahun kemudian, menginjak usia pertengahan 30 an, ia keinginan untuk mengelilingi dunia menggunakan sepeda kembali melandanya. Saat itulah ia mulai rajin berhemat dan menabung untuk mewujudkan mimpinya. “Saya menabung kusus untuk perjalanan ini selama enam tahun, saya menghemat biaya hidup, tidak makan direstoran selama enam tahun,” kenangnya.

Ketika akan memulai pun, ia masih diragukan lagi oleh sesuatu lainnya. Memiliki tanggung jawab sebagai administrasi di perusahan tempatnya bekerja membuatnya kembali ragu. Sejak Eropa mengalami krisis beberapa bulan yang lalu, ia ingin segera berhenti dari pekerjaannya, namun ragu karena memiliki hubungan yang baik dengan atasannya. “Saya mempunyai hubungan baik dengan bos saya,” ungkapnya.

Akhirnya setelah beberapa bulan bertahan ia memutuskan untuk resign. “Jika terus bertahan gaji saya kecil, saya harus mewujudkan impian terbesar saya, now or never!”serunya. Tepat enam bulan yang lalu, ia terbang dari Spanyol menuju Auckland di New Zealand, kemudian ke Pulau Tasmania dan dilanjutkan ke sejumlah Negara di Australia seperti Victoria, New South Wales dan Queensland selama dua bulan lebih.

Di Indonesia sendiri, ia akan mengunjungi Pulau Bali, Jawa dan Sumatra. “Setelah Bali dan Banyuwangi saya akan ke Madiun atau Jogja, beristirahat di warm shower,” ujarnya. Warmshower merupakan semacam basecamp bagi pengelana asing pesepeda sepertinya. Basecamp tersebut menyediakan fasilitas gratis untuk istirahat dan makan. “Tempat ini ada dimana-mana, kalian bisa cek di www.warmshowers.org,” tambahnya.

Setelah dari Jogja, ia akan menuju Sumatra menggunakan kapal. Kemudian dilanjutkan  ke Malaysia, Bangkok, Myanmar, dan terakhir di Nepal. “Saya ragu setelah dari Indonesia nanti masih bisa berhemat atau tidak, sebab ada beberapa negara yang mengharuskan warga negara asing untuk menginap di hotel,” pungkasnya.

Senin, 16 Februari 2015

0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

manfaatkan masa mudamu dengan bijak...

http://www.abcfastdirectory.com/church_articles/wp-content/uploads/2010/09/YouthMinistry.jpg


"Pemuda Hari Ini Adalah Pemimpin Masa Depan"


Masa muda adalah masa yang sangat luar biasa. Di masa ini kita punya waktu luang dan tenaga yang tidak terbatas. Fikiran kita pun belum terbagi-bagi dengan banyak hal. Tidak membiayai anak. Tidak memberikan nafkah pada istri. Dan tidak punya tanggungan pekerjaan yang segunung dengan deadline yang mencekik leher.

Jika kita fikir secara logika dengan sedikitnya tanggung jawab yang ada di pundak kita maka seharusnya kita memiliki banyak waktu luang untuk dimanfaatkan. Tapi sayangnya waktu luang adalah suatu nikmat yang sering tidak kita syukuri. Minimnya pengetahuan merupakan suatu faktor penyebab banyaknya orang yang salah menggunakan masa mudanya. Ada yang berfoya foya, minum-minuman keras, narkoba, bahkan sex bebas.

Padahal masa itulah masa kita mempersiapkan mental untuk masa depan kita. Tidak ada pedang yang tidak ditempa. Tanpa proses penempaan sebuah pedang hanyalah onggokan besi tidak bermakna. Orang yang masa mudanya sudah terbiasa hidup keras maka mereka akan lebih mudah menjalani kehidupan. Jika di masa muda kita terbiasa untuk bersantai santai maka tidak heran jika di hari kemudian nanti kita akan lebih sering mengeluh karena terhimpit keadaan.

Maka dari itu meskipun saya belum tua tua banget ( meskipun banyak yang menganggap saya sudah tua ) saya ingin membagikan (terutama untuk mengingatkan diri sendiri ) sedikit tips untuk menjalani masa muda dengan berkualitas. Cekidot ya gais…


1. Berhenti mengeluh

Ya, hal pertama yang harus kita lakuin adalah stop mengeluh. Mengeluh adalah suatu kebiasaan yang sangat menggangu. Tanpa kita sadari argument kita pada diri kita sendiri akan mematikan kreatifitas kita dalam mencari solusi. Jangan merasa anda adalah manusia paling sengsara di dunia. Come on. Masih banyak yang lebih sengsara dari hidup kita. Saat kita hidup pasti akan terus kedatangan banyak masalah. Jadi tidak perlu merasa terbebani dengan masalah. masalah tidak dapat kita selesaikan hanya dengan mengeluh.

FACE THEM DON’T FACEBOOK THEM !!


2. Baca buku

Membaca adalah sebuah kegiatan yang dapat menambah wawasan. Dengan membaca bisa menyerap pengalaman penulis / pengetahuan penulis untuk kita. Dengan menambah wawasan kita akan semakin memudahkan kita untuk berbicara dan memecahkan masalah.


3. Kepoin orang orang sukses

Mereka yang berdiri di garis kesuksesan memiliki cerita hidup yang luar biasa. Kisah sukses mereka selalu membuat kagum siapa saja yang mendengarnya. Setiap langkah yang mereka ambil dapat menginspirasi kita untuk meraih sukses layaknya mereka.






4. Menekuni hobi

Banyak hobi positif yang bisa kita pilih untuk mengisi waktu. Pecinta alam, remaja masjid, osis, dan banyak lagi. Dengan menekuni hobbi kita bisa bertemu banyak orang dan berteman dengan bermacam-macam orang. Nggak bakalan rugi deh dan sekecil apapun pengalaman kamu saat menekuni hobi pasti bermanfaat saat dewasa kelak.
 



5. Kumpul kumpul bareng temen

Zaman sekarang jaringan pertemanan adalah kunci mulusnya masa depan. Untuk menghadapi tantangan masa depan kita tidak akan bisa melewatinya sendiri. Kita perlu banyak koneksi untuk melancarkan masa depan kita di dunia kerja baik di swasta ataupun di pemerintahan.





6. Hindari terlalu banyak tidur

Tidur adalah sebuah kegiatan untuk memperistirahatkan badan setelah seharian beraktifitas. Sudah menjadi naluri setiap makhluk hidup untuk beristirahat di malah hari. Para ahli pun telah meneliti kegunaan tidur hingga terperinci hingga disimpulkan bahwa dalam tidur terdapat banyak manfaat yang terkandung di dalamnya.

Tapi jangan sampai kelewatan. Terlalu banyak tidur pun akhirnya akan memberi efek negatif baik secara fisik, psikologi, dan sosial. Di sadari atau tidak setelah hidup kita nanti kita akan tidur untuk waktu yang lama hingga hari kebangkitan kelak. Jadi pergunakan lah nikmat sempat sebaik mungkin untuk beraktifitas positif dan sekali lagi HINDARI TERLALU BANYAK TIDUR.


 

7. Hindari pacaran

Nah ini tips paling anti mainsetrum dari saya. Ya hindari pacaran. Pacaran akan menyita waktu anda untuk melakukan hal tidak penting mulai dari tanya kabar, udah makan belum, udah mandi belum, udah selingkuh belum dan lain lain. Dengan berpacaran 40% kehidupan kita akan terfokus pada pacar kita dan semakin parah jika pacar kita posesif atau haus perhatian. Sebagai konsep pra-pernikahan pacaran justeru menjadikan kita semakin tidak dewasa, alih-alih malah beradegan dewasa.

Kebanyakan kita menganggap bahwa berpacaran adalah sebuah kegiatan yang lumrah dan dianggap baik-baik saja. Tidak banyak yang menyadari bahwa sesungguhnya sudah jutaan orang merasakan efek negatif dari kegiatan yang satu ini. Baik yang berskala kecil seperti kekurang harmonisan pernikahan( setelah lama berpacaran ) dan juga yang berskala besar seperti aborsi dan pembunuhan akibat hamil di luar nikah.




Nah itulah tadi sedikit tips dari saya semoga dapat bermanfaat buat temen-temen sekalian. Penulis memang belum sempurna tapi penulis berharap sedikit pengalaman hidup saya ini bisa menginspirasi teman-teman untuk memanfaatkan waktu dengan lebih baik.

.fadz

Minggu, 25 Januari 2015

0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

Api Tauhid - Habiburrahman El Shirazy


Akhir-akhir ini saya sedang belajar untuk lebih mencintai buku. Bukan karena saya fakir asmara lalu berbelok untuk mencintai benda mati. Mencintai disini yang saya maksud adalah mencintai ilmu yang terkandung dalam buku tersebut. Seberapa pun mahalnya sebuah ilmu yang terkandung dalam buku tidak akan kita dapatkan hanya dengan memandang sampul bukunya saja. Kadang kita harus sedikit memaksakan diri untuk memperbaiki kebiasaan buruk kita. 

Untuk menunjang semangat membaca teman-teman dan tentunya saya pribadi mulai hari ini saya akan menulis review buku-buku yang saya baca di samping tetap menulis berbagai artikel yang lain. Saya harap dari sini kita dapat bertukar pemikiran, saran, atau saling pinjam buku satu sama lain. Dan untuk kali ini saya akan menulis sedikit review tentang novel karya terbaru (saat artikel ini ditulis) dari salah satu novelis besar Indonesia yaitu “Habiburrahman El-shirazi”. Kang abik (panggilan akrab beliau) melalui karya-karyanya berhasil menarik perhatian saya yang belum terbiasa membaca novel menjadi “ketagihan” untuk membaca novel. Awalnya saya mengenal beliau saat beliau menjadi pembicara di sebuah seminar yang akhirnya membangkitkan rasa penasaran saya untuk membaca karya-karya beliau.

Sudah 3 novel beliau yang saya baca (dengan cara minjem) yaitu “Bumi Cinta”, “Ketika Cinta Bertasbih 1”, dan “Ketika Cinta Bertasbih 2” berhasil saya rampungkan dalam waktu 1 minggu untuk masing-masing buku. Saya merasa sudah menyia-nyiakan waktu saya dengan tidak mengikuti karya-karya beliau. Buku-buku tersebut sangat luar biasa, pemilihan kata yang jenius dan alur ceritanya yang menyentuh hati berhasil membuka jendela pemikiran baru bagi saya yang selama ini hanya dipenuhi dengan cerita-cerita penuh kebohongan dan kehidupan liberal khas barat.

Dalam karya terbaru beliau yang berjudul “Api Tauhid” kang abik sedikit menggeser fokus cerita karyanya dari cerita cinta ke arah edukasi terhadap sejarah. Utamanya tentang sejarah islam di negeri Turki. Novel ini sangat cocok dengan judulnya, karena sepanjang 564 halaman kita diajak menyelam kedalam kehidupan seorang ulama terkenal Turki “Badiuzzaman Said Nursi” yang sarat akan perjuangan dan keteguhan hati dalam menggenggam syariah agama. 

==========================spoiler alert==========================

Dalam buku ini Perjalanan hidup dari sejarah orang tua sampai dengan akhir hayat beliau terpapar secara menakjubkan dalam buku ini. Selain sejarah hidup “Badiuzzaman Said Nursi” kita juga digiring untuk memahami sejarah runtuhnya khilafah Turki utsmani yang penuh intrik dan tipudaya dari musuh-musuh islam. Semua itu diracik dengan sangat halus tanpa kesan menggurui dengan balutan cerita aksi dan asmara si tokoh utama yang berziaroh ke tempat-tempat bersejarah di Turki yang menjadi saksi bisu perjuangan “Badiuzzaman Said Nursi” semasa hidupnya.

Jumat, 16 Januari 2015

0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

Terompet Banyuwangi di Buat Orang Solo

Mengintip Aktivitas Sekelompok Pedagang Terompet Musiman Asal Solo

  
Eko Yulianto, 37 Salah satu pedagang terompet asal Solo yang menetap di Pasar Cungking


Winarno, 47 tahun adalah leader sekumpulan pedagang terompet musiman di Pasar Cungking

Kasimin, 50 yang tertua diantara sekelompok pedagang terompet musiman




Tahukah anda terompet yang dijual setiap menjelang tahun baru rata-rata di produksi Wong Solo? Rombongan wong solo tersebut hanya singgah beberapa waktu di Banyuwangi sebelum menjelang tahun baru guna memproduksi terompet. 

CHIN JULLIEN, Banyuwangi

Jika anda memasuki bangunan Pasar Mojopanggung di jalan Gajah Mada Kelurahan Mojopanggung di Kecamatan Giri, dibagian pojok sebelah utara, anda akan menemukan bidak yang dipenuhi terompet dan sekelompok yang bermukim di situ. Ya, mereka semua adalah warga asli desa Ngaglik Kecamatan Bulukerto Kabupaten Wonogiri  yang hanya bermukim beberapa waktu sebelum Tahun Baru untuk menjual terompet di Banyuwangi.
Sekelompok orang tersebut terdiri dari 12 orang dewasa dan tiga orang anak. Mereka memanfaatkan Pasar Mojopanggung yang belum beroperasi sebagai tempat hunian dan produksi terompet. Bahkan, berdasarkan pantauan Jawa Pos Radar Banyuwangi, selain ribuan terompet yang digantung di langit-langit, sejumlah peralatan masak dan dipan untuk istirahat juga tersedia disana.
Dikatakan Eko Yulianto, 37, salah satu kelompok pedagang musiman tersebut, menjelang tahun baru memang momen yang sangat di nanti oleh pengrajin terompet warga asal Wonogiri. Katanya, hal ini sudah menjadi tradisi warga Wonogiri setiap akhir tahun. “Pertengahan bulan Desember, para pria pasti meninggalkan rumah untuk berdagang terompet, tidak hanya di Banyuwangi saja, tapi kami menyebar bahkan hingga di luar Jawa,” terang Eko.
Ia juga menambahkan, masing-masing rombongan sudah memilih wilayah masing-masing untuk berdagang. Jika sudah merasa cocok di wilayah mereka menjual terompet, mereka akan kembali lagi di tahun-tahun berikutnya. Bahkan diantara mereka ada yang menetap. Misalkan saja Winarno, 47, pria yang bisa dibilang sebagai pimpinan rombongan pedagang terompet di Mojopanggung ini menetap di Banyuwangi sejak tahun 2002.
Ia merasa nyaman tinggal di Banyuwangi. Namun sehari-harinya, untuk bertahan hidup, ia tidak menjual terompet. “Terompet kan hanya laku saat musim tertentu saja, kalau sehari-harinya saya jual mainan anak-anak,” ujarnya.  Menjual terompet hanya ia lakukan sebulan menjelang akhir tahun. Meskipun sudah menetap, sama seperti rombongan lainnya, ia selalu mengusahakan untuk pulang ke kampung halaman usai terompetnya ludes terjual.
Meskipun mereka berkelompok namun untuk memproduksi dan mendagangkan terompet mereka tetap secara mandiri. Masing-masing orang memiliki kemampuan yang berbeda dalam memproduksi terompet. Bagi yang baru lima tahun melakukan bisnis dagang terompet, maksimal mereka bisa memproduksi 500 hingga 1000 terompet hingga akhir tahun. Sedangkan yang menetap lama di Banyuwangi bisa mencapai 2 ribu hingga 3 ribu produksi terompet.
Untuk 500 buah terompet, pedagang bisa menghabiskan modal hingga Rp 2,5 juta. Sedangkan untuk yang memproduksi  2 ribu hingga 3 ribu terompet bisa menghabiskan modal hingga Rp 10 juta. Terompet dijual dengan harga bervariasi. Tergantung tingkat kesulitan. Misalkan, tingkat yang paling sulit adalah terompet berbentuk terompet drumband, dijual dengan harga Rp 25.000, terompet dengan bentuk ular naga di jual dengan harga 20.000 sedangkan yang paling murah adalah terompet bentuk kerucut konvensional dengan harga Rp 5.000 per kilogram.
Dari hasil penjualan tersebut, diakui Eko, pedagang terompet tidak pernah rugi. “Meskipun tidak mendapatkan untung banyak, tetapi kami tidak pernah rugi,” ujarnya.  Hasil jual terompet diakui bisa digunakan untuk mengganti ongkos transport dan untuk biaya hidup ketika kembali ke kampong halaman. “Ya lumayan, uangnya bisa diuntuk tahun baruan dengan keluarga di kampong,” timpalnya.
Uniknya lagi, ternyata mereka sudah memulai membuat terompet ketika masih di kampong halaman. “Biasanya bulan 10 kami sudah mulai membuat, nanti sampai di Banyuwangi kita tinggal finishing nya saja,” ujar Eko yang turut membawa anaknya untuk berlibur akhir tahun. Eko dan rombongannya mengangkut terompet tersebut bersamaan dengan dirinya menggunakan satu unit bis. “Kami biasa nyewa bis, barang bawaan jadi satu dengan kami,” tambahnya.
Kebanyakan, pengerjaan dilakukan dimalam hari usai pekerjaan utama mereka dirampungkan. Sekedar tahu, pekerjaan pedagang terompet musiman ini di kampong halamannya rata-rata adalah sebagai petani dan montir.
Sesuai target yang ditentukan, dalam beberapa hari lagi, mereka akan kembali ke kampong halaman. “Biasanya kami akan pulang pada tanggal 1, siang hari,” ujarnya. Ia optimis, seperti tahun-tahun sebelumnya, terompet mereka masing-masing akan terjual habis pada malam pergantian tahun.
Tahun depan, mereka mendengar kabar bahwa Pasar Mojopanggung akan mulai di fungsikan. Ini membuat mereka kecewa namun juga menyadari ini posisi mereka yang hanya menumpang saja. Selama menetap disitu, mereka tidak membayar sewa tempat. Mereka hanya membayar uang air dan listrik, masing masing orang dikenai biaya Rp. 30.000.
Namun mereka tetap akan dating lagi tahun depan. Mereka mulai menyewa satu rumah yang bisa dihuni satu rombong orang untuk tempat produksi terompet dan beraktivitas lainnya. Lokasi rumah tersebut tidak jauh dari pasar Mojopanggung tersebut. “Kami sudah patungan untuk menyewa rumah, satu tahun Rp 3 juta,” tutup Eko. (cin)

Selasa, 30 Desember 2014

0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

anda menggunakan smartphone sambil berkendara? fikirkan kembali...

Assalamu'alaikum....
Kali ini saya ingin sedikit berbagi sudut pandang pada pembaca semua. Akhir-akhir ini saya sedang asyik memperhatikan pengguna kendaraan. Saya adalah orang Banyuwangi yang tinggal di Denpasar, Bali dan saya merasakan perbedaan yang sangat besar antara pengguna jalan di Banyuwangi dan Denpasar. Di Banyuwangi kita akan sangat kesulitan untuk menyebrang jalan di bandingkan dengan di Denpasar. Menurut hemat saya perbedaan ini disebabkan oleh banyak faktor beberapa diantaranya adalah faktor ekonomi, sosial, dan budaya. Tapi bukan itu fokus tulisan saya kali ini. Kali ini saya ingin membahas tentang penggunaan alat komunikasi saat berkendara.

http://sepiringberdua.files.wordpress.com/2011/01/kaget.png

Tak sedikit dari pengguna kendaraan bermotor baik yang saya kenal ataupun tidak seringkali mengabaikan keselamatan dirinya dalam berkendara. Salah satunya adalah menggunakan alat telekomunikasi saat berkendara. Apalagi sekarang smartphone layar sentuh hampir menguasai dunia. Dengan segala kemudahan yang ditawarkan smartphone dalam bertelekomunikasi mulai dari BBM, LINE, WHATSAPP, FACEBOOK sering melalaikan penggunanya untuk mengatur skala prioritas dalam berkegiatan. Tak terkecuali saat berkendara.

Coba kita bayangkan bersama-sama. Smartphone layar sentuh bukanlah alat telekomunikasi yang dapat kita gunakan tanpa melihat. Maka, secara otomatis saat kita menggunakan smartphone minimal kita harus menggunakan mata dan satu tangan kita untuk mengoperasikan alat tersebut. Saya katakan minimal karena ada juga smartphone berukuran layar yang lebar sehingga harus menggunakan 2 tangan kita untuk menggunakannya. Padahal tim designer dari sepeda motor yang kita gunakan (apapun merknya) telah merancang sedemikian rupa dengan waktu dan anggaran yang tidak sedikit agar sepeda motor tersebut dapat beroperasi secara stabil dengan dua tangan. Jadi jika kita menggunakan smartphone saat berkendara otomatis akan mengganggu konsentrasi pengendara dan mengurangi kestabilan motor itu sendiri.

Lain ceritanya dengan bertelepon. Saat bertelepon kita dapat menggunakan headset sehingga kita dapat memegang kemudi kendaraan kita dengan mantab. Tapi persepsi ini sangat salah dan tidak dapat kita benarkan. Saat bertelepon kita harus memberi fokus ekstra pada lawan bicara sehingga akan mengurangi konsentrasi kita dalam berkendara. Padahal kehilangan sedikit saja konsentrasi saat berkendara, terutama dalam kecepatan tinggi dapat berakibat fatal.

"ah saya sudah terbiasa kok telponan sambil nyetir" 
Hmm..  Mungkin saja anda sedang beruntung sehingga sampai sekarang anda masih bisa membaca blog ini.. Namanya saja kecelakaan yaatidak tiap hari terjadi. 

"telpon ini sangat penting jadi harus saya angkat"
Jika telpon tersebut begitu penting buat anda, minggirkan kendaraan anda atau berikan tukarlah posisi dengan teman anda yang sedang anda bonceng. Saya yakin, telpon tersebut tidak lebih penting dari nyawa anda jadi luangkan waktu anda untuk berhenti sejenak. 
http://transform.besaba.com/wp-content/uploads/2014/04/10.jpg

"kecelakaan juga nggak apa apa, toh itu perbuatan saya sendiri anda tidak usah repot repot menegur saya. "
Ok baik, anda merasa kecelakaan karena kesalahan sendiri akan membuat anda merasa lebih tenang? Coba fikirkan kembali bagaimana orang menilai kecelakaan anda pasti mebanyakan akan menyalahkan anda atas kelalaian anda. 
Satu hal lagi yang perlu anda pertimbangkan, bagaimana jika kelalaian anda menyebabkan orang lain yang terluka? Bagaimana jika teman, saudara, atau anak anda yang menjadi korban? Pasti anda sangat tidak ingin itu terjadi kan? Begitu juga dengan orang lain. Mereka juga tidak menginginkan teman, saudara, atau anak mereka menjadi korban kecelakaan. 

"yang lain juga pakai handphone di jalan, jadi saya boleh dong..."
Jadi menurut anda jika suatu perbuatan dilakukan secara berjamaah makan perbuatan tersebut otomatis menjadi baik? Sekarang saya balik bertanya pada anda, apakah jika anda seorang pejabat tinggi negara dan anda tahu bahwa korupsi dilarang tetapi kebanyakan dari teman-teman anda menganggap bahwa korupsi itu baik maka perbuatan anda menjadi hal baik juga? TENTU TIDAK. Ini kesalahan kolektif yang pada akhirnya membentuk pemikiran di masyarakat dan mengaburkan nilai-nilai kebenaran yang berlaku di lingkungan. Pemikiran semacam inilah yang sangat berbahaya. Maka beranikan diri anda untuk berkata tidak. Andai ada yang bilang anda terlalu patuh, kurang gahol, atau terlalu eskrim maka tutuplah telinga anda dengan headset. Jangan biarkan perkataan mereka menggoyahkan keyakinan anda. Dan gunakan kata-kata yang sopan pada mereka yang masih belum mengerti. Tidak ada gunanya juga kita menasehati dengan kata-kata kasar.


Maka dari itu, melalui tulisan ini saya berharap teman teman sekalian dapat berlaku lebih bijak lagi dalam berkendara di jalan raya. Semua orang memiliki hak yang sama untuk menikmati berkendara dengan aman&nyaman di jalan raya. Mari kita rubah kebiasaan dari diri kita sendiri untuk kenyamana semua orang.

by:fadz

Sabtu, 20 Desember 2014

0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

Management Waktu yang Baik - Tidak Ada Alasan Untuk Terlambat

Selamat malam pembaca!
Kali ini saya akan membagikan informasi mengenai management waktu.



Disiplin waktu adalah salah satu hal kecil namun amatlah penting. Kenapa bisa sangat penting? saya yakin anda tidak mungkin akan menyepelekan hal ini. Namun pertanyaan saya seberapa sungguh anda untuk menghargai kedisipliaan? atau apa definisi disiplin menurut anda?

Lebih luas lagi, jika kita berbicara mengenai kedisiplinan, kita harus selalu bisa memposisikan diri sebagai orang lain yang berhadapan dengan kita, seperti teman, Guru, Dosen, atau pengurus sekolah (bagi yang masih bersekolah) atau bagian management sebuah perusahaan dimana kita bekerja, bukan sebagai individu yang idealis. kenapa demikian? tentu hal ini akan membuat kita lebih bisa memahami dan menghargai perasaan orang lain. lalu apa kaitanya dengan kedisiplinan? mari kita pelajari lebih jauh lagi.

Teman, Guru, Dosen, Pengurus Sekolah, atau management perusahaan dimana kita bekerja tentu telah memiliki perencanaan tertentu terhadap waktu yang mereka miliki. dan itu pasti telah mereka rencanakan sedemikian rupa dan se-efisien mungkin. sehingga dapat mempermudah kinerja mereka dan kinerja kita khususnya.

Dengan kita bisa memahami hal itu kita dapat mengatur management waktu kita sendiri dengan sangat baik dan efisien. Pertanyaannya, bagaimana kita mengatur management waktu yang efisien tersebut?

Mula mula kita harus bisa membedakan kepentingan yang diprioritaskan dan yang penting, untuk lebih jelas, simak dan perhatikan gambar berikut:
Apa yang telah anda dapat dari gambar tersebut? menurut anda, mana yang harus anda dahulukan dari keempat kolom tersebut? berhentilah membaca postingan ini sekarang! jawab dan tuliskan pendapat anda!





..................................................

..................................................

..................................................

..................................................

..................................................

..................................................

..................................................







Bagaimana? Baik, saya akan mulai menjelaskan satu per satu,
  1. pada kolom I adalah beberapa contoh hal yang Penting dan mendesak. seperti Deadline, Krisis, Rapat yang mendadak, Dan lain sebagainya.
  2. pada kolom II adalah beberapa contoh hal yang penting namun tidak begitu mendesak. seperti Membangun Hubungan, Pengembangan Diri, Pelatihan, Rencana, Dan lain sebagainya.
  3. pada kolom III adalah beberapa contoh hal yang tidak penting namun mendesak. seperti, Pesan dan Telefon, Pertanyaan, beberapa rapat, dan lain sebagainya.
  4. pada kolom IV adalah beberapa contoh hal yang tidak penting, dan tidak mendesak, ini adalah kegiatan yang dapat membuat anda terlena terhadap management waktu anda, seperti, bermain Telefon genggam, berlama lama didepan televisi, dan kegiatan lain yang membuang waktu anda.
Mari kita kembali lagi di pertanyaan saya tadi, mana yang harus diprioritaskan? kolom I? Kolom II? Kolom III? atau mungkin Kolom IV? saya yakin anda tidak akan memilih kolom III apalagi IV. baik, jawabannya adalah kolom II. kenapa justru kolom II? kenapa tidak kolom I?

Mari kita ulas lagi, kolom II adalah hal yang dapat anda lakukan kapanpun dimanapun. Sangat mudah dan Sangat bermanfaat, kenapa saya katakan demikian? karena, jika kita menjalankan kegiatan yang ada pada kolom nomor 2 maka kejadian di kolom I tidak akan pernah terjadi. Tetapi kalau itu sudah terjadi tentu saja kolom I harus segera di selesaikan terlebih dahulu. sebagai contoh akan saya ceritakan pengalaman pribadi saya mengenai management waktu yang saya terapkan.
     "Saya sebenarnya adalah orang yang kurang disiplin terhadap waktu, waktu saya masih duduk di bangku sekolah saya sering datang mepet dengan jam masuk sekolah, syukur saya termasuk anak yang jarang datang terlambat waktu itu, namun bukan berarti saya tidak pernah terlambat masuk sekolah. suatu hari saya datang terlambat.
            Ketika itu saya bangun lebih siang dari biasanya, kemudian saya bergegas mandi, mengenakan seragam, sarapan dan berangkat sekolah dengan terburu buru. namun hal itu tidak membuat saya lebih cepat, justru malah membuat saya lalai, karena selain saya datang ke sekolah dengan keadaan terlambat, saya juga melupakan buku PR saya. dan hari itu menjadi hari yang sangat buruk bagi saya.
            Setelah kejadian itu saya belajar bahwa saya harus bangun lebih awal, dan kakak saya sedikit menceramahi saya mengenai Management waktu saya yang buruk. ia berkata, "Kamu ini Pin, kalau mau berangkat sekolah, sehari atau beberapa jam sebelumnya dipikirkan, jangan biasain berangkat mepet mepet, prepare lebih awal! apa apa saja yang perlu dibawa? cek lagi! terus kalau mau berangkat perhitungin juga jarak tempat kamu sampe tempat yang kamu tuju! terus lagi, kemungkinan - kemungkinan yang bisa terjadi, seperti ban bocor(kebetulan saya naik sepeda motor), macet, dan lain sebagainya. untung kamu masih sekolah, coba kalau nanti kamu masih seperti ini waktu kerja? perusahaan-mu nggak akan mau nerima alasan apapun dari kamu! paham nggak?"
Sejak saat itu saya berjanji kepada diri saya untuk tidak terlambat lagi, dan sejak saat itu management waktu saya jauh lebih bagus. jadi untuk bisa disiplin terhadap waktu kita harus tahu mana yang harus diprioritaskan mana yang tidak.

Demikian yang bisa saya Share, Semoga dapat Bermanfaat bagi kita semua. dan kita dapat menjadi pribadi yang lebih baik, Terima Kasih.

Selasa, 16 Desember 2014

0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

Angin 01 - “Hmm... Dasar”

Malam ini jaka terlihat aneh. Jaka si pemuda penuh energi itu seakan hampir kehabisan baterenya. Jalannya sempoyongan, matanya kosong, dan bajunya basah kuyup. Entah apa yang ada di fikirannya. Jam dinding kamar kami menunjukkan pukul 21.12 WITA dan seakan menertawakan keadaan teman seperjuanganku itu. Mungkin tak banyak yang menyadari, entah mungkin dia lelah atau mungkin lagi galau karena kehabisan nasi kucing mbok inem yang biasa mangkal di depan kosan.  Wajahnya suram sekali, bahkan lebih suram dari saat kami menghilangkan jam tangan kesayangannya beberapa bulan yang lalu.

Rasa bersalah atas kejadian itu membimbingku menekan tombol ctrl + S dan menutup laptop yang ada di pangkuanku. Aku pun beranjak dari kursi nyamanku, mengambil celana pendek tiga perempat, memakainya dan berniat menghampiri kawanku itu. Aku juga sempat memungut handuk yang tergeletak di samping meja belajar Amir. Sambil berjalan menyusuri kamar kos kami, aku mulai penasaran dan mengendus-endus bau tidak sedap yang entah dari mana seakan mengikutiku menuju ruang depan, “Prasaan aku udah mandi deh tadi pagi...”gumamku .

Saat mendekati jaka aku pun mulai bingung apa yang harus ku lakukan untuk menghiburnya. Coba saja bayangkan, orang yang dalam 24 jam selalu tersenyum dan energik (bahkan saat tidur) itu sedang murung. Murung semurung murungnya. Entah jin apa yang sedang merasuk dirinya. Melihat ekspresi wajahnya aku pun tak bisa menahan otakku untuk berkhayal,“pasti setannya lagi semangat nggoda orang, makanya sampai orang seperti Jaka saja bisa terpengaruh... aku harus lebih hati-hati...”

“Baru pulang jak? Malem banget...”, ujarku sambil duduk sofa ruang tamu kos kami dan melempar handuk yang ku pegang tadi padanya. “Seenggaknya  tunggu ujannya reda dulu kek kalo deres kaya gini.” lanjutku sambil mengambil 2 gelas air dari dispenser di sebelahku dan memberikan salah satunya pada Jaka. “Makasih men..” jawabnya sambil meminum air pemberianku. Setelah menghabiskan separuh air dari gelas tadi dia lalu menaruh gelas tersebut dan lanjut mengeringkan diri dan pakaiannya dengan handuk yang aku berikan tadi.

Meskipun agak malas aku pun mencoba membuka pembicaraan sambil merebahkan tubuhku di sofa merah itu sambil melihat ke langit-langit kos yang retak. Ku bilang padanya, “Dah denger belom ? Bu Res bilang biaya kuliah smester depan bakalan naik(jeda 10 detik)jadi lusa kita bakalan ngobrol bareng sama anak-anak, yah ga begitu banyak sih naiknya tapi nggak tahu tuh, pada ngedumel semua...(jeda 15 detik) Enaknya kita protes apa nggak ya.?”. “Wow” gumamku dalam hati.

“yaah dia lagi ngambek, gak asik nih. Mbok inem jahat banget nggak nyisain jatah nasi buat kucing garongnya... ”. Jaka yang terhenyak karena pernyataanku berhenti dari yang dia kerjakan dan menggigit bibirnya. Seakan mengerti arah pembicaraanku Jaka pun merubah ekspresi wajahnya 180derajat dan mulai menjawab “haha nggak kok tadi aku udah makan men, (tertawa) hahaha... makanya nggak mampir ke mbok inem, kamu udah mkan men? mau aku beliin nasi gandul wakwow di depan?” sambil memaksakan tawanya. "g usah aku dah kenyang.." jawbku ketus, "Men, hujannya deres banget depan kosan tadi padahal tadi pagi nggak ada awan di atas, makanya tadi pagi aku smpetin nyuci baju setumpukan tuh... Untung tadi ada Angga yang masih di kosan kalau nggak wihh udah basah semua cucianku tadi pagi," "bukan si Angga yang angkat, tapi bu Kos..." jawabku dingin. "wah dasar tu orang emang... eh ngomong-ngomong men, bau apaan ya dari tadi kok gak enak gini?”. “tauk lah,”jawabku sambil tetap mempertahankan posisiku tadi.

“baru dateng jak?” Tanya kak Dian sambil tersenyum melihat Jaka. “Hahaaa... iya kak Dian ini basah kuyup gini..”. “Cepet di keringin bajunya ntar kedinginan.”. “okok Sipp... kak Dian sibuk nggak? bisa bantu saya sebentar?” sahut jaka pada kak Dian yang baru keluar dari kamar mandi. Ku paksakan lidah dan otakku untuk berkoordinasi menciptakan kata-kata untuk memutus pembicaraan mereka, “Kak Dian mandi dingin-dingin gini? Aku mah ogah”. “Abis main basket tadi, keringetan  makanya mandi. kalo kamu emang jarang mandi, hahahaa.." jawab kak dian yang senyam senyum nggak jelas sambil berjalan menuju kamarnya.

Setelah membuka pintu kamarnya dia berteriak padaku, “Jak, liat anduk di merah depan meja?” “yaaa...”jawabku. “tolong simpenin jangan sampai si Amir tahu, tadi aku pake ngebersihin ek ok-nya si putih.”. “yaa” jawabku dingin. Entah mengapa kata-kata kak Dian menggema di fikiranku karena sepertinya ada yang mengganjal dari kata-katanya. Setelah memikirkan segala kemungkinan yang ada akhirnya kesadaranku kembali ke posisi ON. Aku menghempaskan tubuhku, duduk tegap sambil menatap Jaka yang masih sibuk mengeringkan diri. Karena kaget dengan pergantian posisiku yang tiba-tiba jaka pun menatapku penuh tanda tanya sambil bertanya, “kenapa?”.

Seakan tak menggubris pertanyaannya, aku mengendus-enduskan hidungku lalu berkata, “hmm... pantesan...”.

setelah itu aku pergi meninggalkan jaka yang terheran heran dengan tingkah lakuku barusan. Jaka pun mengikutiku mengendus-endus dengan polosnya. “Kak dian tega amat ya.?” Teriakku pada kak Dian sambil memasang headset yang menancap pada Hpku. Beberapa saat kemudian terdengar teriakan Jaka yang mulai tersadar.

“ASEEEEEMMMMMMMMMMMMM......”

Sebuah tawa terbahak-bahak menyambut teriakan Jaka dari dalam kamar kak Dian. Aku berani menjamin pasti orang jahil itu sangat puas membayangkan wajah jaka yang malang itu.  Malam itu jaka menggerutu habis-habisan karena pakaian basahnya sekarang tidak hanya basah, tapi jugaberbau ek ok si putih. “Hmm... dasar” gumamku lirih dalam hati.


Angin 01 (end)





Tadinya saya ingin bercerita tentang sebuah cerpen, tapi tiba-tiba saya terfikirkan tentang cerita lain yang lebih menarik perhatian saya. Cerita ini terfikirkan oleh saya ketika mengingat sesi diskusi kami (saya, chin, dan pindi) penulis tutupkurung.blogspot.com beberapa hari lalu di Taman Sritanjung, Banyuwangi seusai makan mie ayam di Warung Cak Agus. Ketika itu kami berdiskusi tentang banyak hal mulai dari kenangan masa SMK, masa-masa transisi kedewasaan dan gejolak kehidupan kami. Tapi apa hubungannya dengan cerita di atas ? Aku juga bingung...
Hahahaa

. fadz