Sabtu, 15 November 2014

Mengantri apa sih susahnya?

Halo para pembaca,

saya ingin bercerita dahulu sebelum masuk ke topik dari postingan ini. setelah 2 tahun sejak saya pertama menulis di blog, dan baru segelntir tulisan yang tercipta,

Koleksi pribadi

dari gambar diatas adalah beberapa blog yang saya dan teman saya kelola.untngnya saya masih terus menulis sampai bulan september kemarin,,, hehehe.. dan blog ini adalah peralihan dari blog pertama (kedua sebenarnya, yang awal saya lupa dan saya ceritakan di blog saya sebelumnya) yaitu Blog Tanpa Arah.

Oke sekian basa basinya, kembali ke topik pembicaraa!

Budaya yang Enggan dilakukan oleh sebagian besar masyarakat. Disini saya tidak membahas tentang Budaya kesenian namun tentang Budaya Beretika dinegara ini. mungkin bangsa ini bisa dinyatakan sebagai negara ke 7 yang pendudukanya terkenal ramah dimata dunia..... dari mana saya tahu? dari sini. namun dibalik keramahan tersebut kita sering menjumpai perilaku yang tak jarang mebuat kita jengkel. salah satunya yaitu budaya antre atau antri yang sulit diterapkan masyarakat di Indonesia.


ini sumbernya: http://endriyanasabastianigirisaputri.files.wordpress.com/2012/03/sembako.jpg

Antre (Antri) dalam KBBI adalah berdiri berderet-deret memanjang menunggu untuk mendapat giliran (membeli karcis, mengambil ransum, membeli bensin, dsb). Semua orang tahu hal tersebut, namun masyarakat kita sebagian besar merasa ingin dinomor satukan, berebut sesuatu hingga tak jarang mengorbankan nyawanya (banyak kasus Antrian sembako yang menewskan orang). mungkin bukan hanya dijadikan budaya untuk orang Indonesia namun Budaya ini sangat bermanfaat untuk seluruh masyarakat dunia.

Saya memiliki cerita tersendiri tentang gambaran pola pikir masyarakat tentang mengantre, yaitu sebagai berikut;

Ketika itu saya membeli Bensin di sebuah Pom bensin dekat rumah saya, waktu BBM langka beberapa waktu lalu, saya membeli jam 7 pagi dan baru mendapat bensin sekitar jam 9 pagi, mugkin saya cukup beruntung, ketika saya mengantre tiba tiba ada gadis yang nyerobot karna didepanya ada temannya lantas ia menyapa langsung temannya tanpa memperdulikan saya, temannya sempat mengingatkanya dan saya pun agak senang, berharap dia bisa mengerti, namun bukanya mengerti alih alih dia malah berkata "Kalau gak gini tar keburu kehabisan. kan lady's first?" sayapun hanya tersenyum kearahnya ketika ia melihat kearah saya, lalu tak lama kemudian datanglah bapak bapak yang juga kenal pada gadis itu dan menyerbot lagi antrian saya. lucunya wanita yang tadi nyerobot saya berkata pada bapak itu "pak, antri dong, kasian mas dibelakang saya." saya hanya tersenyum dan berharap lagi bapak itu dapat mengerti, dan lagi lagi bapak  itu acuh dan berkata "orang tua itu harus didahulukan dek?" okelah saya hanya mengelus dada dan mebayangkan jika saya dideretan wanita dan orang tua yang terus menyerobot saya, mungkin saya adalah orang yang benar benar mulia... hahaha...


dari cerita diatas, budaya antre tidaklah melihat jenis kelamin maupun usia kerena semua orang memiliki kepentingannya masing masing, dan semua orang ingin di dahulukan, namun tergantung dengan urutan kehadirannya makanya diadakan budaya untuk mengantri, sekaligus melatih kedisiplinan kita untuk datang lebih awal.

berikut menurut saya adalah beberapa alasan mengapa kita perlu menerapkan budaya Antre:


ini sumber gambarnya : http://facephotogallery.files.wordpress.com/2010/07/dcp_1296-edit.jpg

  1. Menjadi manusia yang Disiplin

    Setiap orang tentu ingin diutamakan seperti yang telah saya katakan tadi, namun yang dilupankan oleh sebagian besar masyarakat adalah bagaimana caranya kita mendapat posisi yang utama, dan salah satunya adalah dengan datang lebih awal (berlomba lomba datang lebih awal) dan apabila kita telah datang lebih awal maka kita akan mendapatkan posisi tempat yang utama dan tanpa disadari dari perilaku kita yang mulai tertata dan mindset yang telah berganti tentang budaya mengantri kita dapat menyelesaikan apapun dengan tepat waktu dan efisien.
  2. Mendapat Penghargaan dari orang lain

    Selain menjadi orang yang diutamakan semua orang tentu ingin dihargai oleh orang lain, mungkin sejak kecil kita telah diberi contoh teladan oleh orang tua, tokoh agama, maupun guru kita tentang cara mendapat penghargaan dari orang lain, salah satunya adalah dengan menghargai orang lain, sekali lagi saya ulas bahwa dalam hal mengantre kita tentu harus menghargai antrean orang lain sehingga kita tidak akan diserobot orang lain.
  3. ini subernya : http://www.pua.edu.eg/puasite/uploads/Image/bigstockphoto_voting_1385285(1).jpg
  4. Memperoleh kenyamanan dan keamanan.

    Nha yang paling juara adalah ini, dengan kita berdesak desakan kita tidak memperoleh kenyamanan apalagi keamanan justru malah memperburuk keadaan. dan jika kita sudah dapat tertib tentu kita dapat lebih waspada, dapat menghindari ancaman pembuhan, kecopetan, ataupun ancaman lainya.

    Beberapa contoh lain telah banyak terjadi, misalnya dengan kita berperilaku tidak tertib, kita mungkin berpotensi melakukan pembunuhan kepada orang lain, banyak pemberitaan baik di media masa atau media lainnya tentang seseorang yang tewas karena berebut "sesuatu" bayangkan jika yang tewas itu anda pada saat mengantre?

    Dan solusinya adalah mengubah perilaku anda sendiri, merubah pola hidup dan pola pikir yang "tidak sehat"(suka menyerobot). Jika pola pikir kita tetap "tidak sehat" kita tidak akan bisa mengubah apapun, kedua, jangan segan untuk menegur, dan bahkan di televisi saya salut akan iklan produk susu formula untuk anak yang menyindir orang diwasa disitu terdapat dialog anak anak dan orang dewasa seperti ini: "Eskyusmi...." lalu orang yang lebih dewasa menoleh kearahnya dengan wajah oriental khas orang indonesia dan anak itu berkata "maaf saya kira bapak tidak dapat berbahasa indonesia? itu...!" sambil menunjuk tulisan "Harap Antri". namun perlu diingat, pertama tama sebelum adna menegur orang lain, tegurlah diri anda terlebih dahulu.
Demikian ulasan saya mengenai budaya mengantre, semoga dapat bermanfaat bagi kita semua.

1 komentar: