Selasa, 30 Desember 2014

anda menggunakan smartphone sambil berkendara? fikirkan kembali...

Assalamu'alaikum....
Kali ini saya ingin sedikit berbagi sudut pandang pada pembaca semua. Akhir-akhir ini saya sedang asyik memperhatikan pengguna kendaraan. Saya adalah orang Banyuwangi yang tinggal di Denpasar, Bali dan saya merasakan perbedaan yang sangat besar antara pengguna jalan di Banyuwangi dan Denpasar. Di Banyuwangi kita akan sangat kesulitan untuk menyebrang jalan di bandingkan dengan di Denpasar. Menurut hemat saya perbedaan ini disebabkan oleh banyak faktor beberapa diantaranya adalah faktor ekonomi, sosial, dan budaya. Tapi bukan itu fokus tulisan saya kali ini. Kali ini saya ingin membahas tentang penggunaan alat komunikasi saat berkendara.

http://sepiringberdua.files.wordpress.com/2011/01/kaget.png

Tak sedikit dari pengguna kendaraan bermotor baik yang saya kenal ataupun tidak seringkali mengabaikan keselamatan dirinya dalam berkendara. Salah satunya adalah menggunakan alat telekomunikasi saat berkendara. Apalagi sekarang smartphone layar sentuh hampir menguasai dunia. Dengan segala kemudahan yang ditawarkan smartphone dalam bertelekomunikasi mulai dari BBM, LINE, WHATSAPP, FACEBOOK sering melalaikan penggunanya untuk mengatur skala prioritas dalam berkegiatan. Tak terkecuali saat berkendara.

Coba kita bayangkan bersama-sama. Smartphone layar sentuh bukanlah alat telekomunikasi yang dapat kita gunakan tanpa melihat. Maka, secara otomatis saat kita menggunakan smartphone minimal kita harus menggunakan mata dan satu tangan kita untuk mengoperasikan alat tersebut. Saya katakan minimal karena ada juga smartphone berukuran layar yang lebar sehingga harus menggunakan 2 tangan kita untuk menggunakannya. Padahal tim designer dari sepeda motor yang kita gunakan (apapun merknya) telah merancang sedemikian rupa dengan waktu dan anggaran yang tidak sedikit agar sepeda motor tersebut dapat beroperasi secara stabil dengan dua tangan. Jadi jika kita menggunakan smartphone saat berkendara otomatis akan mengganggu konsentrasi pengendara dan mengurangi kestabilan motor itu sendiri.

Lain ceritanya dengan bertelepon. Saat bertelepon kita dapat menggunakan headset sehingga kita dapat memegang kemudi kendaraan kita dengan mantab. Tapi persepsi ini sangat salah dan tidak dapat kita benarkan. Saat bertelepon kita harus memberi fokus ekstra pada lawan bicara sehingga akan mengurangi konsentrasi kita dalam berkendara. Padahal kehilangan sedikit saja konsentrasi saat berkendara, terutama dalam kecepatan tinggi dapat berakibat fatal.

"ah saya sudah terbiasa kok telponan sambil nyetir" 
Hmm..  Mungkin saja anda sedang beruntung sehingga sampai sekarang anda masih bisa membaca blog ini.. Namanya saja kecelakaan yaatidak tiap hari terjadi. 

"telpon ini sangat penting jadi harus saya angkat"
Jika telpon tersebut begitu penting buat anda, minggirkan kendaraan anda atau berikan tukarlah posisi dengan teman anda yang sedang anda bonceng. Saya yakin, telpon tersebut tidak lebih penting dari nyawa anda jadi luangkan waktu anda untuk berhenti sejenak. 
http://transform.besaba.com/wp-content/uploads/2014/04/10.jpg

"kecelakaan juga nggak apa apa, toh itu perbuatan saya sendiri anda tidak usah repot repot menegur saya. "
Ok baik, anda merasa kecelakaan karena kesalahan sendiri akan membuat anda merasa lebih tenang? Coba fikirkan kembali bagaimana orang menilai kecelakaan anda pasti mebanyakan akan menyalahkan anda atas kelalaian anda. 
Satu hal lagi yang perlu anda pertimbangkan, bagaimana jika kelalaian anda menyebabkan orang lain yang terluka? Bagaimana jika teman, saudara, atau anak anda yang menjadi korban? Pasti anda sangat tidak ingin itu terjadi kan? Begitu juga dengan orang lain. Mereka juga tidak menginginkan teman, saudara, atau anak mereka menjadi korban kecelakaan. 

"yang lain juga pakai handphone di jalan, jadi saya boleh dong..."
Jadi menurut anda jika suatu perbuatan dilakukan secara berjamaah makan perbuatan tersebut otomatis menjadi baik? Sekarang saya balik bertanya pada anda, apakah jika anda seorang pejabat tinggi negara dan anda tahu bahwa korupsi dilarang tetapi kebanyakan dari teman-teman anda menganggap bahwa korupsi itu baik maka perbuatan anda menjadi hal baik juga? TENTU TIDAK. Ini kesalahan kolektif yang pada akhirnya membentuk pemikiran di masyarakat dan mengaburkan nilai-nilai kebenaran yang berlaku di lingkungan. Pemikiran semacam inilah yang sangat berbahaya. Maka beranikan diri anda untuk berkata tidak. Andai ada yang bilang anda terlalu patuh, kurang gahol, atau terlalu eskrim maka tutuplah telinga anda dengan headset. Jangan biarkan perkataan mereka menggoyahkan keyakinan anda. Dan gunakan kata-kata yang sopan pada mereka yang masih belum mengerti. Tidak ada gunanya juga kita menasehati dengan kata-kata kasar.


Maka dari itu, melalui tulisan ini saya berharap teman teman sekalian dapat berlaku lebih bijak lagi dalam berkendara di jalan raya. Semua orang memiliki hak yang sama untuk menikmati berkendara dengan aman&nyaman di jalan raya. Mari kita rubah kebiasaan dari diri kita sendiri untuk kenyamana semua orang.

by:fadz

0 komentar:

Posting Komentar